![]() |
| Gambar ilustrasi |
Jakarta — Penunjukan Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum menjadi perhatian publik. Pelantikan yang disebut dilakukan secara tertutup pada 1 Mei 2026 memunculkan berbagai spekulasi, termasuk isu adanya “deep state” atau jaringan birokrasi yang dianggap sulit disentuh di lingkungan Kementerian PU.
Isu tersebut sebelumnya sempat disinggung Menteri PU Dody Hanggodo yang menyebut adanya oknum pejabat eselon tinggi yang dinilai “kebal hukum” dan bahkan melakukan perlawanan balik terhadap upaya pembenahan internal kementerian.
Di tengah situasi itu, masuknya sosok berlatar belakang militer ke posisi strategis dinilai sebagian kalangan sebagai langkah untuk memperkuat disiplin, pengawasan, dan percepatan reformasi birokrasi di sektor infrastruktur dan pengelolaan sumber daya air
.
Mayjen Arnold sendiri bukan nama baru di lingkungan strategis nasional. Lulusan Akademi Militer 1991 tersebut memiliki rekam jejak di Korps Zeni TNI AD dan pernah menjabat sebagai Komandan Satgas Zeni TNI Kontingen Garuda. Ia juga sempat menjadi Gubernur Akmil periode 2024–2025 sebelum dipercaya mengajar di Lemhannas.
Pengamat menilai, pendekatan serupa pernah dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, ketika menunjuk unsur militer untuk membantu penataan sektor parkir dan ketertiban kota pada masanya. Langkah itu saat itu dianggap efektif menghadapi kelompok-kelompok yang menguasai pengelolaan parkir secara liar.
Namun demikian, masuknya unsur militer ke birokrasi sipil tetap menuai pro dan kontra. Sebagian pihak mendukung langkah tersebut sebagai bentuk pembenahan internal yang tegas, sementara lainnya mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme birokrasi sipil dan memastikan reformasi berjalan transparan serta akuntabel.
Kini publik menunggu langkah konkret Dirjen SDA yang baru, terutama dalam menyelesaikan persoalan tata kelola proyek, pengawasan anggaran, hingga penanganan infrastruktur sumber daya air yang selama ini kerap menjadi sorotan.










