Iklan

Iklan

,

Iklan

16 Orang Tewas dalam Tragedi Bus ALS, Dugaan Hindari Lubang Seret Sorotan ke BBPJN Sumsel, Menteri PU Diminta Turun Tangan

10 Mei 2026, 5/10/2026 WIB

  

Sumatera Selatan — Tragedi maut di Jalan Lintas Sumatera, Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, berubah menjadi sorotan nasional setelah jumlah korban tewas dalam kecelakaan Bus ALS dan truk tangki BBM bertambah menjadi 16 orang.


Berdasarkan informasi yang di himpun, sebanyak 14 korban meninggal berasal dari penumpang Bus ALS, sementara dua korban lainnya merupakan pengemudi dan penumpang truk tangki BBM. Selain itu, empat orang dilaporkan selamat, dengan tiga korban mengalami luka bakar serius.


Insiden maut tersebut terjadi pada Rabu (6/5) sekitar pukul 12.00 WIB saat Bus ALS bertabrakan dengan truk tangki BBM hingga memicu ledakan dan kebakaran hebat.

Namun di balik tragedi yang merenggut 16 nyawa tersebut, muncul fakta yang mengejutkan publik.


Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Nandang Mu’min Wijaya menyebut dugaan awal kecelakaan terjadi karena sopir Bus ALS berusaha menghindari lubang di badan jalan sebelum akhirnya masuk ke jalur berlawanan dan menghantam truk tangki dari arah berlawanan.


Pernyataan itu kini menyeret perhatian serius terhadap kondisi jalan nasional di lokasi kejadian yang berada di bawah kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan.

Ironisnya, akun resmi BBPJN Sumsel sebelumnya mempublikasikan bahwa ruas Batas Kota Lubuklinggau–Terawas–Maur–Batas Provinsi Jambi telah dilakukan pemeliharaan rutin oleh PPK 2.5 melalui metode patching untuk mendukung target zero pothole.


Publik kini mempertanyakan klaim tersebut.

Jika target zero pothole benar berjalan, mengapa dugaan lubang jalan justru disebut aparat sebagai pemicu kecelakaan yang menewaskan belasan orang?


Apakah pengawasan pemeliharaan jalan berjalan maksimal?
Apakah kondisi jalan benar-benar layak dan aman dilalui kendaraan antarkota?
Siapa yang harus bertanggung jawab jika dugaan kerusakan jalan terbukti menjadi faktor pemicu tragedi ini?


Sekretaris Barisan Rakyat Anti Korupsi, Hariansyah, menilai tragedi ini harus menjadi perhatian langsung pemerintah pusat.

“Enam belas nyawa melayang dalam tragedi ini. Jika benar faktor jalan menjadi salah satu pemicu, maka Menteri Pekerjaan Umum tidak boleh diam dan harus turun langsung mengevaluasi BBPJN Sumsel beserta seluruh pihak terkait,” tegas Hariansyah.


Ia menegaskan keselamatan pengguna jalan nasional tidak boleh hanya berhenti pada slogan pemeliharaan dan laporan seremonial.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak BBPJN Sumsel belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan kondisi jalan di lokasi kecelakaan maut tersebut.