Iklan

Iklan

,

Iklan

Selisih Anggaran Cuma 0,1%, Proyek Irigasi Rp199 Juta Dinas Pertanian Tapsel Diduga Sarat Penyimpangan

24 Agustus 2026, 8/24/2026 WIB

 

PADANGSIDIMPUAN,RUANGINVESTIGASI COM. 24 Agustus 2026 – Proyek Pembangunan/Rehabilitasi Jaringan Irigasi Saba Julu Lobu Layan di Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan, disorot tajam oleh Tim Investigasi Media Ruang Investigasi.Proyek di bawah naungan Dinas Pertanian Daerah ini diduga kuat memotong spesifikasi teknik demi mendulang keuntungan sepihak.


Data LPSE menunjukkan proyek bernilai HPS Rp200.000.000,00 ini dimenangkan oleh CV. Giaz Utama Mandiri dengan nilai kontrak Rp199.800.000,00. Penawaran kritis yang hanya berselisih 0,1% (Rp200.000,00) dari pagu anggaran ini dinilai tidak wajar. Dengan nilai pencairan yang nyaris 100% penuh dibayar negara, pihak kontraktor sudah seharusnya memberikan kualitas fisik pekerjaan yang maksimal sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).


Namun, fakta memprihatinkan ditemukan tim jurnalis saat memantau langsung tahap pengerjaan di lokasi. Terdapat dua indikasi pelanggaran materil yang sangat fatal:


Ketiadaan Galian Fondasi: Pasangan batu kali baru untuk dinding irigasi dihamparkan begitu saja di atas permukaan tanah berlumpur tanpa galian fondasi bawah yang masuk ke dalam tanah.


Modus Struktur Tumpang Tindih: Kontraktor tidak membangun infrastruktur dari nol, melainkan hanya menumpuk atau menempelkan material batu baru di atas sisa-sisa beton jaringan irigasi yang lama.


Metode kerja asal-asalan ini memicu dugaan kuat adanya manipulasi progres fisik dan indikasi pembayaran fiktif pada item galian dan fondasi dasar yang merugikan keuangan daerah."komentar awak media"


Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan beserta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tetap bungkam dan tidak memberikan jawaban atas Surat Konfirmasi Resmi Nomor: 001/S-Konf/RI/VIII/2026 yang dilayangkan redaksi sejak 21 Agustus 2026. Atas kebuntuan transparansi ini, Media Ruang Investigasi menegaskan akan segera meneruskan berkas temuan lapangan ini ke Inspektorat Tapanuli Selatan untuk diaudit secara investigatif. (Sola.siregar)